Senin, 09 Januari 2017

Jumat, 16 September 2016

Hasil Rekomendasi Konferensi Internasional di Chechnya (25-27 Agustus 2016)

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiva4fgkDtkK5V3HMEBNXGgUxyhJlJPChOVlV5lc0usgzcLgE04wreDmwBjSRvLIqGUBDghrvI9jrwtgiPav9cEgepQOc2Cy62pqnSfL9rutO95vc242_ZK2qN0LB1xluwNSAiCIcr4hXI/s1600/Hasil+Rekomendasi+Konferensi+Internasional+di+Chechnya+%252825+Agustus+2016%2529.jpg -almochtar news-www.ponpesalmochtar.blogspot.com
Muktamar (Konferensi) bertajuk “Siapakah Ahlussunnah wal Jama’ah? Penjelasan Manhaj Ahlussunnah wal Jama’ah; Akidah, Fikih dan Akhlak serta Dampak Penyimpangan darinya di Tataran Realitas” yang diselenggarakan hari Kamis (25-27/08/2016) dihadiri Grand Syaikh al-Azhar, para mufti dan lebih dari 200 ulama seluruh dunia. Berikut 10 rekomendasi Muktamar Ahlussunnah wal Jama’ah Chechnya:
بسم الله الرحمن الرحيم
أهل السنة والجماعة هم الأشاعرة والماتريدية في الاعتقاد وأهل المذاهب الأربعة في الفقه، وأهل التصوف الصافي علمًا وأخلاقًا وتزكيةً. - للقرآن الكريم حرم يحيطه من العلوم الخادمة له، المساعدة على استنباط معانيه، وإدراك مقاصده وتحويل آياته إلى حياة وحضارة وآدابا وفنون وأخلاق ورحمة وراحة وإيمان وعمران وإشاعة السلم والأمان في العالم حتى ترى الشعوب والثقافات والحضارات المختلفة عيانا أن هذا الدين رحمة للعلمين وسعادة في الدنيا والآخرة.
هذا المؤتمر نقطة تحول هامة وضرورية لتصويب الانحراف الحاد والخطير الذي طال مفهوم "أهل السنة والجماعة" إثر محاولات اختطاف المتطرفين لهذا اللقب الشريف وقصره على أنفسهم وإخراج أهله منه.
Ahlussunnah wal Jama’ah adalah al-Asya’irah dan al-Maturidiyah dalam akidah, empat madzhab Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hanbali dalam fikih, serta ahli tasawuf yang murni –ilmu dan akhlak— para ulama yang meniti jalannya.
Al-Quran al-Karim adalah bangunan yang dikelilingi oleh berbagai ilmu yang membantu untuk menggali makna-maknanya dan mengetahui tujuan-tujuannya yang mengantarkan manusia kepada ma’rifat kepada Allah Swt., mengeluarkan ilmu-ilmu yang terkandung di dalamnya, mengejawantahkan kandungan ayat-ayatnya ke dalam kehidupan, peradaban, sastra, seni, akhlak, kasih sayang, kedamaian, keimanan dan pembangunan. Serta menyebarkan perdamainan dan keamanan di seluruh dunia sehingga bangsa-bangsa lain dapat melihat dengan jelas bahwa agama ini adalah rahmat bagi seluruh alam, serta jaminan kebahagiaan di dunia dan akhirat.
Muktamar ini merupakan titik balik yang berkah untuk meluruskan penyimpangan akut yang berbahaya yang mendominasi pengertian “Ahlussunnah wal Jama’ah” setelah berbagai upaya pencatutan kalangan ektremis akan istilah ini dan membatasinya hanya pada diri mereka serta mengafirkan umat Islam lainnya.
توصيات:
(REKOMENDASI)
أوصى المؤتمر بإنشاء قناة تليفزيونية على مستوى روسيا الاتحادية لتوصيل صورة الإسلام الصحيحة للمواطنين ومحاربة التطرف والإرهاب.
1.      Membuat channel TV  di  Rusia untuk menyampaikan citra Islam yang benar kepada masyarakat dan memerangi ekstremisme dan terorisme.
زيادة الاهتمام بقنوات التواصل الاجتماعي وتخصيص ما يلزم من الطاقات والخبرات للحضور الإيجابي في تلك الوسائط حضورًا قويًا وفاعلًا.
2.      Perlunya memberikan kepedulian dan perhatian kepada berbagai media sosial, dan mengerahkan kemampuan dan keahlian yang diperlukan untuk ikut mewarnai dan memberikan dampak yang kuat di media-media tersebut.
أن يتم إنشاء مركز علمي بجمهورية الشيشان لرصد ودراسة الفرق المعاصرة ومفاهيمها وتشكيل قاعدة بيانات موثقة تساعد على التفنيد والنقد العلمي للفكر المتطرف واقترح المجتمعون أن يحمل هذا المركز اسم "تبصير".
3.      Membangun Pusat Ilmiah yang kuat di Republik Chechnya untuk memantau dan mempelajari aliran-aliran kontemporer dan konsep-konsepnya, dan membuat data terpercaya untuk membantu membantah dan mengkritik secara ilmiah terhadap pemikiran ekstrem dan berbagai wacananya. Dan para hadirin di Muktamar mengusulkan pusat ilmiah ini bernama “Tabshir” (Pencerahan).
عودة مدارس العلم الكبرى والرجوع إلى تدريس دوائر العلم المتكاملة التي تخرج العلماء والقادرين على تفنيد مظاهر الانحراف الكبرى.
4.      Menyadarkan kembali berbagai lembaga pendidikan Islam yang besar akan jati dirinya, sejarah dan metodologi pendidikan mereka yang otentik dan klasik, dan kembali mengajarkan lingkaran ilmu pengetahuan yang integral, yang dapat melahirkan para ulama yang mampu membimbing umat, membantah berbagai fenomena penyimpangan pemikiran, dan menyebarkan ilmu pengetahuan dan perdamaian, serta menjaga tanah air.
ضرورة رفع مستوى التعاون بين المؤسسات العلمية العريقة كالأزهر الشريف والقرويين والزيتونة وحضرموت ومراكز العلم والبحث فيما بينها ومع المؤسسات الدينية والعلمية في روسيا الاتحادية.
5.      Perlunya meningkatkan kerjasama antara berbagai lembaga pendidikan yang bergengsi, seperti al-Azhar asy-Syarif, al-Qarawiyyin, Zaitouna, dan Hadhramaut serta pusat-pusat ilmu pengetahuan dan penelitian, dengan lembaga-lembaga keagamaan dan ilmiah di Federasi Rusia.
ضرورة فتح منصات تعليمية للتعليم عن بعد لإشاعة العلم الآمن.
6.      Pentingnya membuka sistem belajar-mengajar jarak jauh untuk menyebarkan ilmu yang benar, dimana sistem itu akan dapat melayani orang-orang yang ingin belajar namun terkendala pekerjaan mereka dari mengikuti pendidikan secara formal.
توجيه النصح للحكومات بضرورة دعم المؤسسات الدينية والمحاضن القائمة على المنهج الوسطي المعتدل والتحذير من خطر اللعب على سياسية الموازنات وضرب الخطاب الديني ببعضه.
7.      Memberikan saran kepada pemerintah akan pentingnya mendukung lembaga-lembaga keagamaan dan instansi-instansi pendidikan  yang moderat, dan memperingatkan akan bahaya apa yang dilakukan beberapa pemerintah yang bermain kebijakan dengan mengadu domba wacana keagamaan dengan wacana yang lain. Karena itu justeru akan semakin menambah kecemasan masyarakat, dan memecah persatuan mereka.
يوصي المؤتمر الحكومات بتشريع قوانين تجرم نشر الكراهية والتحريض على الفتنة والاحتراب الداخلي والتعدي على المقدسات
8.      Para peserta Muktamar merekomendasikan kepada Pemerintah untuk membuat perundang-undangan yang mengatur tentang sanksi atas penyebaran kebencian, saling memfitnah, dan perselisihan antar kelompok, serta pelanggaran lain di tempat yang suci.
أوصى المشاركون مؤسسات أهل السنة الكبرى، الأزهر ونحوه، بتقديم المنح الدراسية للراغبين في دراسة العلوم الشرعية من مسلمي روسيا.
9.      Para peserta merekomendasikan instansi-instansi Ahlussunnah yang besar – al-Azhar dan semisalnya- untuk memberikan beasiswa bagi Muslim Rusia yang ingin belajar ilmu-ilmu syariat.
كما أوصى المشاركون بأن ينعقد هذا المؤتمر الهام بشكل دوري لخدمة هذه الأهداف الجليلة.
10.  Para peserta merekomendasikan agar Muktamar penting ini diselenggarakan secara berkala, untuk senantiasa mengkhidmah tujuan mulia ini, dan mengikuti berbagai tantangan yang muncul dan menghadapinya.
كما تقدم المشاركون بالشكر لفخامة الرئيس رمضان أحمد قديروف لجهوده المباركة في خدمة القرآن الكريم والسنة المطهرة.
Para peserta Muktamar menyampaikan rasa terimakasih yang sangat besar kepada Presiden Ramdhan Ahmad Kadyrov atas segala upayanya dalam berkhidmah kepada al-Quran dan as-Sunnah yang suci.
صدر في جروزني، جمهورية الشيشان 24 ذو القعدة 1437هـ، 27 أغسطس 2016.
(Dirilis di Grozny, Chechnya, 24 Dzulqa’dah 1437 H/27 Agustus 2016 M).
Para peserta Muktamar mendoakan Presiden Ramdhan Ahmad Kadyrov agar senantiasa sukses untuk melanjutkan perjuangan ayahnya asy-Syahid Syaikh Haji Ahmad Kadyrov dalam berkhidmah kepada Islam dan kemanusiaan, serta membela akidah Ahlussunnah wal Jama’ah. Mereka semua secara khusyuk menengadahkan tangan kepada Allah, agar senantiasa memberikan rahmat dan ridhaNya kepada asy-Syahid Syaikh Haji Ahmad Kadyrov yang merupakan kehilangan besar bagi umat Islam, serta memberikan kemuliaan kepada beliau di surga. Dan semoga Allah menjaga Chechnya dan selalu memberinya keselamatan, keamanan, kemajuan dan kemakmuran.
Para peserta juga mengucapkan rasa terimakasihnya kepada Kantor Kepresidenan untuk kerjasamanya yang baik dengan para penyelenggara, Yayasan Sosial Daerah atas nama Pahlawan Rusia Syaikh asy-Syahid Ahmed Kadyrov, Yayasan Sosial yang mendukung budaya Islam, ilmu pengetahuan dan pendidikan, Yayasan Tabah, dan seluruh yang berpartisipasi dalam mengurus dan mengatur Muktamar ini.
Semoga shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada Sayyidina Muhammad, keluarga dan para sahabat beliau semuanya. (Sumber: Fp Alhabib Ali Al Jifri الحبيب علي الجفري  dan ruwaqazhar.com)

Senin, 22 Agustus 2016

Hukum Menghormat bendera

Hukum menghormat kepada bendera diiringi lagu kebangsaaan itu boleh. Sebab hakikat menghormat bendera adalah salah satu bentuk sikap cinta tanah air, terdapat sejarah bagaimana ulama' dan syuhada' kita dulu memperjuangkan kedaulatan bangsa ini.
Syekh Athiyah Shaqar, ketua majelis Fatwa Al-Azhar Mesir menanggapi fenomena ini dengan ungkapan arifnya :
فتحية العلم بالنشيد أو الإشارة باليد في وضع معين إشعار بالولاء للوطن والالتفاف حول قيادته والحرص على حمايته، وذلك لا يدخل فى مفهوم العبادة له، فليس فيها صلاة ولا ذكر حتى يقال : إنها بدعة أو تقرب إلى غير الله
"Menghormati bendera dengan lagu atau isyarat tangan dalam situasi tertentu itu menunjukkan kesetiaan pada tanah air, berkumpul di bawah kepemimpinannya, dan komitmen untuk mendukungnya. Sikap itu tidak masuk dalam pengertian ibadah/menyembah kepada bendera itu. Penghormatan bendera bukanlah shalat atau dzikir sampai ada yang bilang itu bid'ah atau ibadah pada selain Allah".
Kemudian senada dengan beliau, syekh Abudurrahman Syaiban berkata:
أن القول بعدم جواز الاستماع إلى النشيد الوطني أو الوقوف له أمر غير مؤسس دينيا، وليس هناك أي نص يحرمه أو يكرهه، بل على عكس ذلك، هو أمر محبب، لأن ديننا الحنيف أكد أن ”حب الوطن من الإيمان” والعلم والنشيد والراية وونياشين هي علامات رمزية واصطلاحات حياتية لا علاقة لها بالشرع
" Pendapat tidak bolehnya mendengarkan lagu kebangsaan atau berdiri saat dinyanyikan tidak memiliki dasar syariah. Tidak ada dalil apapun yang mengharamkan atau memakruhkannya. Justru sebaliknya: itu perkara yang dianjurkan. Karena, agama Islam menyatakan bahwa “Cinta tanah air itu bagian dari iman.” Sedangkan lagu dan bendera itu adalah tanda dan simbol kehidupan yang tidak ada kaitannya dengan syariah"

Sumber :facebook Lbmnu PC Situbondo

Ahlusunnah Dan Kebenaran Ajarannya

Ahlusunnah Dan Kebenaran Ajarannya

Ajaran Islam bukanlah sebuah ajaran yang dipahami sebagian kecil kelompok yang secara lantang mengatakan “Kita kembali ke Quran dan Hadis”, atau “Kita salat seperti Rasulullah, bukan menurut Imam Syafi’i” dan slogan-slogan lainnya.

Islam yang telah lama sampai kepada kita adalah ajaran yang telah dibawa oleh ulama-ulama terkemuka dalam Islam melalui jalur ilmu, guru dan murid, terus hingga saat ini hingga dapat menjaga kemurnian ajarannya, seperti sabda Nabi Muhammad Saw:

عَنْ إِبْرَاهِيْمَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْعَذَرِي قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : يَرِثُ هَذَا الْعِلْمَ مِنْ كُلِّ خَلَفٍ عُدُوْلُهُ يَنْفَوْنَ عَنْهُ تَحْرِيْفَ الْغَالِيْنَ وَانْتِحَالَ الْمُبْطِلِيْنَ وَتَأْوِيْلَ الْجَاهِلِيْنَ (رواه البيهقي)
“Dari Ibrahim bin Abdurrahman al-Adzari, ia berkata: “Rasulullah Saw bersabda:  Ilmu Islam ini akan diwarisi oleh orang-orang yang adil dari setiap generasi Islam, mereka akan membersihkan dari penyimpangan makna oleh para ekstrimis, pengagamaan sesuatu yang bukan agama oleh orang-orang yang membatalkan ajaran Islam (seperti para orientalis), dan penyimpangan harfiyah atau maknawiyah oleh orang-orang bodoh” (HR al-Baihaqi. Para ulama ahli hadis menilainya sahih)

Karena pentingnya jalur ulama yang membawa ajaran Islam, para ulama Salaf menegaskan:

قَالَ مُحَمَّدُ بْنُ سِيرِينَ إِنَّ هَذَا الْعِلْمَ دِينٌ فَانْظُرُوا عَمَّنْ تَأْخُذُونَ دِينَكُمْ (رواه مسلم)
Muhammad bin Sirin berkata: “Ilmu ini adalah agama. Maka lihatlah oleh kalian dari siapa kalian mengambil agama kalian” (Riwayat Muslim)

قَالَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْمُبَارَكِ الإِسْنَادُ مِنَ الدِّينِ وَلَوْلاَ الإِسْنَادُ لَقَالَ مَنْ شَاءَ مَا شَاءَ (رواه مسلم)
Abdullah bin Mubarak berkata: “Sanad adalah bagian dari agama. Andai tidak ada sanad, maka orang akan berkata sesuai kehendaknya” (Riwayat Muslim)

قَالَ عَبْدُ اللَّهِ بَيْنَنَا وَبَيْنَ الْقَوْمِ الْقَوَائِمُ. يَعْنِى الإِسْنَادَ (رواه مسلم)
Abdullah (bin Mubarak) juga berkata: “Yang membedakan antara kita dan mereka adalah sanad” (Riwayat Muslim)

Berikut adalah salah satu sanad ilmu Islam bagi ulama Ahlisunnah wal Jamaah yang terus bersambung kepada ulama Salaf hingga Rasulullah Saw:
Syaikhona Kholil Bangkalan Madura dari Syaikh Abu Bakar bin Al Arif Billah As Sayid Muhammad Syatho dari Syaikh Muhammad Nawawi Al Bantani dari Syaikh Ahmad Zaini Dahlan dari Syaikh Abdulloh bin Umar dari Syaikh Muhammad Solih Rois dari Syaikh Ali Al Wana'i dari Syaikh Sulaeman bin Muhammad bin Umar Al Bujaerimi Al Mishriy dari Syaikh Ahmad bin Romadlon dari Syaikh Sulaeman Al Babili dari Syaikh Abdul Aziz Zamzami dari Syaikh Zainuddin bin Abdul Aziz Al Mulaibari dari Wajihuddin Abdurrohman bin Ziyad Az Zubaedi dari Syihabuddin bin Ahmad bin Hajar Al Haitamiy (Syaikh Ibn Hajar) dari Abu Yahya Zakarya bin Muhammad bin Ahmad bin Zakarya Al Anshori (Syaikhul Islam Zakarya Al Anshori) dari Imam Jalaluddin Muhammad bin Ahmad Al Mahalliy dari Syaikh Solih bin Umar bin Ruslan bin Nasir bin Solih Al Bulqini dari Syaikh Umar Al Bulqini dari Syaikh Abdurrohim Al Quroisyiy dari Syaikh Hibatulloh Al Baar dari Syaikhul Islam Muhyiddin bin Zakarya bin Syarifuddin dari Imam Kamal Ardabili dari Syaikh Muhammad Naisaburi dari Abu Hamid bin Muhammad Al Ghozali Aththusiy (imam Ghozali) dari Abdul Malik ibn Yusuf bin Muhammad Al Juwaeni (imam Haromain) dari Abu Abdillah Muhammad Al Juwaeni dari Imam Abu Bakar Qofal dari Imam Ibrohim Al Maruzi dari Imam Ahmad ibn Umar bin Surej Abu Al Abas Al Baghdadi dari Imam Abu Al Qosim dari Imam Abu Ibrohim Ismail bin Yahya Al Mazani dari AsySyaikh Al Imam Al A’zhom Ibn Abdillah bin Idris Asysyafi’i (imam Syafi’i pendiri madzhab syafi'i ) dari Al Imam Malik bin Anas dari Sayiduna Syafi’ Maula Abdillah dari Sayiduna Abdulloh bin Umar dari Rosululloh Shollahu 'Alaihi Wasallam.[2]

Amaliah Ahlisunnah Berdasarkan Ijtihad Bukan Bid’ah

Amaliah yang telah diamalkan oleh umat Islam Ahlisunnah wal Jamaah, baik secara ubudiyah, fadlail, tradisi yang tidak bertentangan dengan Islam dan sebagainya adalah bersumber dari Ijtihad, baik dari al-Quran, Hadis, Ijma’ Ulama maupun Qiyas. Keempat sumber hukum ini berlandaskan firman Allah:

قوله : { أَطِيعُواْ الله وَأَطِيعُواْ الرسول } يدل على وجوب متابعة الكتاب والسنة . قوله : { وَأُوْلِى الأمر مِنْكُمْ } يدل عندنا على أن إجماع الأمة حجة ... { فَإِن تَنَازَعْتُمْ فِى شَىْء فَرُدُّوهُ إِلَى الله والرسول } يدل عندنا على أن القياس حجة (تفسير الرازي - ج 5 / ص 248)
“Firman Allah yang artinya: (Patuhilah Allah dan Patuhilah Rasulullah) adalah kewajiban mengikuti al-Quran dan Sunah. Firman Allah yang artinya: (Dan Ulil Amri) menunjukkan bahwa Ijma’ ulama adalah sebuah hujjah. Dan firman Allah yang artinya: (Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur'an) dan Rasul (sunnahnya) menunjukkan bagi kita bahwa Qiyas adalah sebuah hujjah” (Tafsir al-Razi Mafatih al-Ghaib 5/248)

Dengan demikian, banyaknya amaliah Ahlisunnah yang melalui metode Qiyas, seperti mengucapkan niat, kirim pahala al-Quran dan sebagainya adalah menggunakan Qiyas yang dibenarkan dalam Islam, dan bukan bid’ah seperti yang dituduhkan sebagian kecil kelompok.

Sedangkan yang berkaitan dengan tradisi-tradisi yang baik adalah berlandaskan atsar berikut:

عَنْ عَبْدِ اللهِ قَالَ : مَا رَأَى الْمُسْلِمُوْنَ حَسَنًا فَهُوَ عِنْدَ اللهِ حَسَنٌ وَمَا رَآهُ الْمُسْلِمُوْنَ سَيّئًا فَهُوَ عِنْدَ اللهِ سَيِّىءٌ وَقَدْ رَأَى الصَّحَابَةُ جَمِيْعًا أَنْ يَسْتَخْلِفُوْا أَبَا بَكْرٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ (رواه احمد والحاكم والطبراني والبزار . قال الذهبي قي التلخيص : صحيح وقال الهيثمي رجاله ثقات)
Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud, ia berkata: “Apa yang dilihat baik oleh umat Islam, maka baik pula bagi Allah. Dan apa yang dilihat buruk oleh umat Islam, maka buruk pula bagi Allah. Para sahabat kesemuanya telah berpandangan untuk mengangkat khalifah Abu Bakar” (Riwayat Ahmad, al-Hakim, al-Thabrani dan al-Bazzar. Al-Dzahabi berkata: Sahih. Al-Haitsami berkata: Para perawinya terpercata)

Ahlisunnah Wal Jamaah Diantara Aliran Lain

Tidak dapat dipungkiri bahwa umat Islam saat ini yang terbesar dianut di dunia adalah Ahlisunnah wal Jamaah, yang secara akidah bermadzhab kepada Imam Abu Hasan al-Asy’ari dan Abu Mansur al-Maturidi, juga di bidang fikih bermadzhab kepada salah satu dari 4 madzhab, Imam Hanafi, Imam Maliki, Imam Syafii dan Imam Ahmad bin Hanbal. Ini adalah kelompok terbesar (al-Sawad al-A’dzam) dalam Islam sejak masa ulama Salaf ribuan tahun yang lalu. Karena Ahlisunnah adalah kelompok mayoritas dalam Islam, maka ada jaminan dari Rasulullah bahwa mereka tidak akan sesat secara massal:

مَا كَانَ اللهُ لِيَجْمَعَ هَذِهِ الْأُمَّةَ عَلَى ضَلَالَةٍ أَبَدًا، وَيَدُ اللهِ عَلَى الْجَمَاعَةِ هَكَذَا، فَعَلَيْكُمْ بِالسَّوَادِ الْأَعْظَمِ، فَإِنَّهُ مَنْ شَذَّ شَذَّ فِي النَّارِ
“Allah tidak akan mengumpulkan umat ini di atas kesesatan selamanya. Kuasa Allah berada dalam jamaah seperti ini. Maka ikutilah al-Sawad al-A’dzam oleh kalian. Barangsiapa yang menyendiri (dari jamaah) maka menyendirilah dalam neraka”

Berkenaan dengan hadis ini ulama Wahabi, Syaikh Albani berkata:

قال الشيخ في مقدمة الصحيحة : ] رواه ابن أبي عاصم في السنَّة وإسناده ضعيف كما بينته في ظلال الجنة رقم 80، ولكنه حسن بمجموع طرقه كما شرحته في الصحيحة 1331 وغيره[. انظر: هداية الرواة ]171[. (تراجعات العلامة الألباني في التصحيح والتضعيف – ج 1 / ص 13)
“Hadis ini diriwayatkan oleh Abu Ashim dalam kitab al-Sunnah. Sanadnya dlaif sebagaimana saya jelaskan dalam Dzilal al-Jannah. Tetap hadis ini HASAN dengan akumulasi jalur-jalur riwayatnya, sebagaimana saya jelaskan dalam [al-Silsilah] al-Shahihah dan lainnya” (Taraju’at Al-Albani 1/13)

Penjelasan dalam banyak hadis tentang [Ma Ana alaihi wa Ashabi] juga ditemukan riwayat yang mempertegas makna al-Sawad al-A’dzam sebagai Ahlisunnah wal Jamaah:

إِنَّ بَنِى إِسْرَائِيْلَ تَفَرَّقَتْ عَلَى إِحْدَى وَسَبْعِيْنَ فِرْقَةً وَإِنَّ هَذِهِ الْأُمَّةَ سَتَزِيْدُ عَلَيْهِمْ فِرْقَةً كُلُّهَا فِى النَّارِ إِلاَّ السَّوَادَ الْأَعْظَمَ (أخرجه الطبرانى فى الكبير وفى الأوسط وقال الهيثمي : فيه أبو غالب وثقه ابن معين وغيره وبقية رجال الأوسط ثقات وكذلك أحد إسنادى الكبير عن أبى أمامة)
“Sesungguhnya Bani Israil terpercah menjadi 71 golongan. Dan umat ini akan melebihi Bani Israil secara kelompoknya. Semua di neraka, kecuali kelompok terbesar” (HR al-Thabrani dari Abu Umamah. Al-Hafidz al-Haitsami berkata: Di dalam sanadnya terdapat Abu Ghalib, ia dinilai tsiqah oleh Ibnu Ma’in dan lainnya, dan perawi yang lain adalah terpercaya. Begitu pula salah satu dua sanad dalam al-Mu’jam al-Kabir)
 
Sumber: http://www.hujjahnu.com/2016/03/ahlisunnahdan-kebenaran-ajarannya-m.html
أهـــــــلاوســــهلا بقــدومكم فى هذاالمعهدتربيةالإسلاميةالمخــــتر فرانتي أسمباڮوس ستوبوندوجاوي المشرق إندونسيا